Langsung ke konten utama

Resep Kue Nastar Selai di atas



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Kalau kita bahas tentang kue nastar, biasanya selai nenas itu berada di dalam. Nah, kalau udah bosen dengan yang seperti itu, kita bisa membuat nastar dengan bentuk yang berbeda. Resep kue nastar yang digunakan masih sama, hanya saja, cetakannya yang beda. Jadi, jelas dong rasanya tetap enak :D

Bahan:
  • 150 gr butter
  • 100 gr margarin
  • 3 butir kuning telur
  • 100 gr gula halus
  • 50 gr susu bubuk
  • 50 gr tepung maizena
  • 300 gr tepung terigu
  • 1/2 sdt vanili bubuk
Pelengkap: Selai nanas

Olesan: Campuran 2 kuning telur dengan 1 sdt madu

Cara Membuatnya:
  • Siapkan wadah, lalu masukkan gula, butter, margarin. Mixer semuanya sebentar aja, hingga tercampur. Selanjutnya, masukkan telur, kocok lagi sebentar.
  • Masukkan maizena, susu bubuk, dan vanili. Aduk hingga rata, dengan menggunakan spatula.
  • Terakhir, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit. Adon hingga rata, sampai teksturnya pas untuk dibentuk.
  • Adonan siap untuk dibentuk seperti selera kita. sesuaikan dengan cetakannya.
  • Letakkan adonan nastar yang sudah dibentuk dan berikan selai di bagian atasnya, lalu letak ke dalam loyang yang telah dioles margarin.
  • Panaskan oven kurleb 15 menit, disuhu 140 dercel.
  • Nastar siap untuk dipanggang.
  • Setelah matang, keluarkan dari oven, dinginkan dan susun di cooling rak. Setelah itu, masukkan ke dalam toples


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...