Langsung ke konten utama

Model Gamis Terbaru yang Simple dan elegan

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Udah beli baju lebaran?

Saya dong, tiap hari pake baju lebaran, soalnya kalau baju kecilan, kan bisa sesak nafas yah *lol :D

Garing banget yah. Udah seliweran itu kalimat di sosmed. Saya juga nggak bakal bahas, apa lebaran kudu pake baju baru or nggak. Toh, nggak masalah, yang mau pake baju baru monggo, yang baju lama juga monggo. Yang penting, bajunya menutup aurat dan bersih. Tul nggak? :D



Tapi, buat sahabat Ummi yang pengen belanja gamis untuk lebaran. Saya punya beberapa rekomendasi model gamis terbaru yang simple dan elegan. Tetap syar'i tentunya yah. Kebetulan, saya ada memotret gamis milik salah satu butik di Pekanbaru. Nggak hanya modelnya yang simple, tapi bahannya juga nyaman banget lho dipakai. Kok tahu?. Tahu dong, soalnya saya sendiri pakai, jadi udah terbukti.

Sahabat Ummi...

Gamis yang beredar di pasaran ada berbagai macam model dan bahan. Ada yang menjual hanya gamisnya saja, ada juga yang gamis set, terdiri dari gamis dan kerudungnya. Saya pribadi, dalam memilih gamis, ada beberapa kriteria yang harus terpenuhi, seperti bahannya harus yang nyaman dan nggak transparan. Dari segi model, suka yang simple dan elegan, tanpa banyak aksen. Lebih memilih warna yang gelap or warna-warna pastel.



Untuk jenis bahan, biasanya saya memakai bahan jetblack Arab, oxford (katun look a like denim dengan tekstur tidak menerawang), katun toyobo, crepe, balotelli, linen, maxmara, ceruti, wolfis, katun jepang, rayon, dan sifon. Biasanya, saya pilih yang memakai furing.

Trus, gimana dengan gamis untuk anak-anak?. Nggak jauh beda sih, banyak model baru yang juga memasukkan nuansa tradisional, dengan mengkombinasikan motif batik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...