Langsung ke konten utama

Coklat Hangat Aroma Rempah


Kopi, saya sangat suka kopi. Dulu saya suka mengkonsumsi kopi bubuk hitam dengan tambahan gula beberapa sendok dan juga krimer. Belakangan, semakin beragam karena ada yang instant seperti cappuccino, mocalatte, dsb. Sayangnya, saat ini saya tidak lagi bisa bebas mengkonsumsi kopi kapanpun saya mau, karena maag. Saat menghirup aroma kopi, wah rasanya nelangsa banget, saya hanya bisa mencicipinya sebanyak 2 sendok saja.

Tapi sekarang, kopi tersebut dapat tergantikan dengan coklat hangat aroma rempah, yang selain rasanya juga enak, khasiatnya juga banyak. Pokeke pas banget buat diminum disaat cuaca dingin atau sebagai teman begadang di malam hari. Awalnya, saya tahu tentang coklat rempah tersebut dari sebuah acara yang kanjeng mami sebagai host-nya. Sebuah resep dari kiriman pembaca dan setelah saya browsing ternyata banyak bertaburan resep serupa lainnya, dan tidak hanya coklat, bahkan kopi juga bisa dibuat enak dengan aroma rempah tersebut.

Berikut resep coklat hangat aroma empah yang sudah saya coba buat, rasanya nikmaaaaaat banget dah:
Bahan:
©      Coklat bubuk dan coklat batang (dark chocolate).
©      Jahe
©      Kayu manis
©      Cengkeh
©      Kapulaga
©      Daun pandan dan serai
©      Gula merah
©      Susu segar (saya pakai susu UHT low fat)
©      Air
©      Gula putih secukupnya (bila suka rasa yang lebih manis)

Komentar

  1. hwaaaaa mak nyus nih resepnya
    kapulaganya perlu digeprek dulu ga um?

    BalasHapus
  2. wow enak banget pake susu plus coklat hangat enak banget :D

    BalasHapus
  3. Bulet-bulet ajah Mbak Indri ^_^

    Iyaaaa...maknyussss anget dan Insya Allah menyehatkan

    BalasHapus
  4. Ayo, coba dibuat Mbak Niar ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...