Langsung ke konten utama

Sore di Kota Tua


Setelah cuapek keliling ragunan, akhirnya kami memutuskan untuk kembali pulang. Eh ternyata pas di taksi berubah pikiran. Kami malah putar haluan menuju kota tua. Saya udah lama banget pengen ke sana. Dari ragunan lumayan jauh, untungnya nggak macet karena hari minggu jalanan lumayan sepi.

Sampai di kota tua, dengan kondisi fisik yang masih capek plus kelaparan tingkat kelurahan (belom makan siang bo’), akhirnya kami memutuskan untuk makan dulu. Apalagi di sana ruameeeee... banget, banyak aneka kuliner juga orang-orang jualan, trus ada pertunjukkan kuda lumping. Setelah milih-milih, akhirnya kami memutuskan untuk makan nasi bebek.




Perut udah kenyang, fisik udah lumayan oke, kami pun mulai keliling-keliling. Tapi ternyata nggak bisa lama-lama juga, selain kota tua yang gi ruaaame banget, Nai juga maunya minta gendong mulu, kasian si Abi hehehe...





Yah, akhirnya bis jeprat-jepret dikit, kami kembali nyetop taksi dan melaju menuju penginapan. Sampai di penginapan, terkapar nguantuuuuk hihihi...
Tapi saya seneng banget, ini pertama kainya kami bertiga jalan-jalan ke luar kota. Nai udah lumayan gede, jadi nggak terlalu ribet, Cuma agak rewel aja kalau manjanya lagi kumat . ^_^

Komentar

  1. Yuuuuk kapan-kapan kita janjian ke sana hehehe... ^_^

    BalasHapus
  2. Hiyaaa, krn jelang maghrib, aku belom kesampaian naek onthel plus pake topi itu :D

    BalasHapus
  3. Ntar kalo ke sana lagi, moga kesampaian yah Mbak Santi ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...