Langsung ke konten utama

Cake Gagal di Hari Spesial




Sebelumnya udah sempet nulis yang rada manis dan serius di sini, tentang anniversary saya dan si Abi. Nah, akadnya dulu hari jum'at, resepsinya hari minggu, jadi pas banget deh sama tahun ini. Nggak papa yak, narsis dikit, di tengah hiruk pikuk persiapan nikahannya Raffi dan Gigi hehehe...

Postingan kali ini, hmmmm... rada malu-maluin kaya'nya. Nggak ada yang spesial sih, walaupun hari ini sempet nostalgia di alam pikiran saja tentang acara pernikahan kami dulu, sambil lirik-lirik foto yang ada di dalam lemari kaca. Aha! ternyata bobot kami berdua sudah sangat jauh berbeda hahaha... tambah subur makmur gemah ripah loh jinawi :D

Abaikan dah tentang bobot tubuh. Hari ini, saya dan si Abi sedang asyik berkutat di laptop masing-masing. Teteup, saya dengan lautan aksara, si Abi dengan lautan angka. Nah, jangan ditanya tentang sesuatu yang spesial, seperti kejutan berupa kado, kecupan di kening, makan malam romantis, atau jalan-jalan. Tidak pemirsah, semua itu tidak ada. Kami begitu larut dengan kerjaan hahaha... sudahlah yaaaa... cukup dengan doa yang berisi kebaikan bagi kami semua saja, plus wajah-wajah cantik kedua putri kami yang selalu riang gembira. Alhamdulillah...

Gi sibuk-sibuknya, tiba-tiba Mbak Nai minta dibuatin kue, pengen ngemil katanya. Hmmmm... baiklah, bahan-bahan masih ada, nggak ada salahnya saya buat sebentar, karena sesungguhnya saya juga lapar hihihi... Berhubung kue brownis kukus tanpa mixer masih nge-hits di rumah saya, saya buat ini aja deh. Bahan dan caranya juga simple, resep ada di sini yah. Buat improvisasi, saya akan beri coklat leleh di atasnya, lalu ditaburi kembang gula warna-warni.


Tapi temans... kuenya jadi, sayang bentuknya tak seperti yang diharapkan. Coklat lelehnya juga terlalu cair, penampakannya tidak terlalu cantik, tapi rasanya teteeuuuup enak :)

Ya sudahlah... mari makaaaaan :D   *piring plastik eksis mulu, maklum adanya cuma itu, tapi tupperware lho hahaha...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...