Langsung ke konten utama

Soft Durian Ala Viz Cake Pekanbaru


Pas si Abi dan Nai pergi ke Riau Expo 2014 beberapa hari yang lalu, Umminya kebagian jajanan ajah. Nyogok gitu rupanya, karena perginya nggak bilang-bilang. Si Abi beliin soft durian dari stand Viz Cake Pekanbaru. Tahu ajah kalo Ummi doyan banget. Dulu, biasanya kalo beli soft durian inih, ukurannya lumayan gede, dengan harga 25 ribu kalo nggak salah, sekarang udah 30 ribu. Nah, yang dibeliin si Abi ini soft durian mini. Ukurannya lebih kecil, harganya pas di Riau Expo 10 ribu saja. Produk mini ini baru diluncurkan bulan Maret yang lalu.


Soft durian ini terbuat dari durian yang dilapisi dengan sponge cake. Jadi, rasanya enaaaaaak, dan lembuuut banget. Makannya dingin-dingin. Makanan ini bisa bertahan di dalam lemari es selama 4-5 hari. Buat yang pengen dijadikan oleh-oleh, makanan ini bisa bertahan selama 10 jam perjalanan. Pokoke soft durian ini salah satu makanan favorit saya dari Viz Cake, selain bolu gulungnya yang juga enaaaaaak banget.


Nah, buat temans yang bertandang ke Pekanbaru atau mau ke luar kota, nggak ada salahnya buat mampir ke Viz Cake ini untuk cari oleh-oleh. Lengkaaaap banget, nggak cuma cake, tapi juga snack lain khas Riau termasuk lempuk durian, bahkan ada ikan salai juga. Saya kalau beli sesuatu untuk oleh-oleh, belinya di sini. Alamatnya ada di Jalan Hangtuah dan di Jalan Sudirman.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...