Langsung ke konten utama

Ikan Goreng Siram Saus Mangga



Ini makanan yang sering banget saya buat pas lagi hamil adek Khai. Rasanya enak, apalagi sensasi asam dari mangga, segeeeeer. Maklum temans, pengennya makan mangga muda, tapi nggak tahan karena ada maag. So, karena saya doyan banget sama ikan, untuk variasi, olahan ikan goreng siram saus mangga ini jempooool banget deh. Cara buatnya juga gampang, hasilnya enak, bahkan kalau saya makannya bisa sampai bersih banget, tulang-tulang ikan murni tulang-tulang aja tanpa tersisa dagingnya sedikitpun, bahkan tulang-tulangnya remuk tak berbentuk lagi hehehe... *rakus ini mah

Bahan:
  • 3 ekor ikan nila ukuran sedang (bersihkan)
  • 2 buah mangga ukuran sedang yang setengah matang (iris panjang-panjang)
  • 1 ruas jahe (iris)
  • 5 batang cabe merah (iris)
  • 3 siung bawang putih (iris)
  • 1 buah bawang bombai ukuran sedang (iris)
  • 1 buah tomat merah (potong dadu)
  • 1 sdt merica
  • gula secukupnya
  • garam secukupnya
  • saus tomat 5 sdm
  • Air 6 sdm
  • Maizena 1 sdt
  • minyak untuk menggoreng
Cara membuatnya:
  • Ikan dilumuri garam, lalu goreng
  • Tumis semua bahan saos, cabe, bawang putih, bawang bombai, jahe, beri garam,gula, merica, dan masukkan saus tomat, air yang telah dilarutkan dengan maizena, terakhir beri irisan mangga
  • Siram saus yang telah matang tadi ke atas ikan yang telah digoreng.

Komentar

  1. seger kayaknya, Mak. Apalagi saya suka banget mangga :)

    BalasHapus
  2. Mantap banget ni kayaknya .... hehehe
    kira2 ikan apal lagi yg cocok y selain nila ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikan gurami, kerapu, bawal, lele juga enak kali yah :D

      Hapus
  3. dilihat dari gambarnya.. jadi ngiler..hehe
    makasih bnyk resepnya.. pngn nyoba ikan goreng siram saus mangga dirumah :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...