Langsung ke konten utama

Suami Suka Miabi



Hahaha... si ummi bikin judul rada nyeleneh, maklum pemirsah, ikutan latah nih, karena teman-teman pada sering juga bikin judul yang rada kontroversi, biar pengunjung rame trus kalau ada yang punya pikiran negatif, langsung suebeeeeel tingkat mahadewa *sumpeeeeh ummi nggak nonton seri India inih, cuma liat iklannyah :D

Jadi, sebenarnya mau nulis apaan sih? nulis resep lah, miabi itu sebenarnya Mi Abi. Iyah... mi kesukaan Abi, kesukaan suami saya. Sebenarnya ini resep cuma eksperimen dari asal cemplang-cemplung bahan dan bumbu yang ada di dapur. Depresi mau masak apa *lebay kumat
Bahan-bahannya pake yang ada di dapur deh pokoknya, jadi maaf kalau takarannya juga ngawur :D

Kebetulan nih daging qurban masih ada, sebelumnya saya udah bikin rendang. Rendang pertama yang saya buat sendiri, luaaaar biasa terharunya ketika berhasil membuatnya, bahkan saya sampe nangis berurai air mata... karena nggak sempet mengabadikannya lewat kamera T_T 
Padahal pan mau narsis juga nulis resep plus penampakannya di blog inih. Tapi, saking ueeenaknya... saya jadi amnesia :D

Baiklah, panjang amat mukadimahnya, kita langsung aja cekidot bahan dan cara Ummi memasaknya yah :)

Bahan:
  • 1/4 kg daging sapi
  • 2 lembar mie jagung
  • 1/2 buah bawang bombay
  • Bumbu halus (Cabe 4 + bawang merah 3 + Bawang putih 4)
  • Tomat 1 buah
  • Batang dan daun bawang 1
  • Daun seledri 1
  • Merica
  • garam
  • gula
  • saos tiram 2 sdt
  • Air secukupnya
Cara membuatnya:
  • Daging direbus sampe empuk, ambil kaldunya, daginya diiris kecil-kecil
  • Tumis bumbu halus sampai harum bersama dengan irisan bawang bombay
  • Masukkan daging ke dalam tumisan tadi, beri air, tambahkan merica, garam, gula, dan saos tiram
  • Setelah bumbu meresap, masukkan mie jagung, tambahkan kaldu
  • Terakhir, tambahkan tomat yang dipotong dadu, irisan batang dan daun bawang, juga seledri
Mudahkaaaaan, rasanya juga enaaaaak *kapan sih Ummi bilang masakannya nggak enak :D


Komentar

  1. Terima kasih atas undangannya, akan saya kunjungi linknya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...