Langsung ke konten utama

6 Tahun...


Hari itu, saya menghadiri acara aqiqah anak teman saya dan suami. Teman tersebut adalah pasangan tunanetra yang mampu menginspirasi banyak orang. Saya sempat mendampingi pasangan tersebut di saat-saat proses persalinan anak pertama mereka. Tapi, kali ini saya tak hendak untuk membahas bagaimana romantisme mereka sebagai pasangan suami istri.

Nah, di acara aqiqah tersebut, saat kami tengah menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah, pandangan saya teralihkan kepada pasangan suami istri yang baru saja datang. Sang istri sebagai pengemudi sepeda motor, sedangkan suaminya duduk di belakang sebagai penumpang sambil menggendong anak mereka dengan menggunakan gendongan ala kanguru. Pemandangan yang ganjil bukan? tapi tidak saat kita mengetahui bahwa sang suami adalah seorang tunanetra.

Saya jadi teringat sebuah ungkapan bahwa CINTA ITU BUTA. Kalau dilihat dari pasangan ini, mungkin orang akan mengatakan bahwa si istrilah yang merasakan cinta itu buta, kendati secara lahiriah ia memiliki penglihatan yang sempurna. Bagaimana bisa ia menikah dengan laki-laki tunanetra yang sehari-harinya hanya berprofesi sebagai tukang pijat?. Tapi, itulah cinta dan jodoh.

Zaman sekarang, berapa banyak sih orang-orang seperti sang istri tersebut?. Kebanyakan, dari mata turun ke hati. Belum lagi banyaknya embel-embel berupa kepentingan terhadap pasangan. Lantas, setelah merasa mendapatkan yang sesuai dengan kriterianya, dikemudian hari, mereka berpisah dengan alasan adanya perbedaan diantara mereka.

Memangnya ada manusia yang tidak berbeda atau 100% sama? tidak, bahkan yang kembar identik saja tetap memiliki perbedaan. Bisa saja, perbedaan, ketidakcocokan, sering dijadikan kambing hitam karena enggan mempublikasikan penyebab sebenarnya. Tapi, terkadang alasan sebenarnya sungguh tak jauh berbeda. Banyak pasangan yang tak setangguh pasangan jaman dulu yang konon lebih tahan banting dalam mengarungi gelombang, di samudera pernikahan.

Sejatinya, perbedaan dan ketidaksempurnaan bisa membuat pasangan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan. Oleh karena itu, saat memilih, tak semata lewat pandangan mata, tapi hendaklah karena ketakwaannya. Bagaimanapun, ketampanan bisa terkalahkan oleh kemapanan, tapi ketampanan dan kemapanan akan terkalahkan oleh keimanan. Tak lain, agar Allah Ridho dan SAMARA itu juga tercipta. Maka, baiti jannati itu tak sekedar fatamorgana.

Hari ini, tepat 6 tahun saat janji suci yang menggoncang Arsy itu diucapkan. Istimewanya, di hari yang sama, yaitu hari Jum'at. Bukan waktu yang singkat dan bukan pula waktu yang sudah terlalu lama. Ada banyak hal yang telah saya dan Abi lalui. Tak mudah, dan tak hendak pula menyebutnya terlalu sulit, karena sampai detik ini, kami masih selalu memupuk keyakinan bahwa dibalik 1 kesulitan ada 2 kemudahan. Tak ada yang tak mungkin bila Allah sudah berkehendak. Jadi, lebih baik selalu melangitkan rasa syukur. Bukankah kami diberikan oleh Allah fisik yang sempurna.

Semoga Allah selalu meridhoi kami, berkenan samara itu senantiasa ada, dan kami bisa menjadi Ummi Abi yang baik untuk kedua putri tercinta. Aamiin...

Mohon Aamiin juga yah temans semuaaaaa.... :)

Jangan sekali-kali beranggapan bahwa dunia ini sempurna atas diri seseorang
Karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa meraih segala yang ia inginkan
dan tidak ada seseorang yang terbebas dari kekurangan sedikit pun
(Dr. 'Aidh Bin 'Abdullah Al-Qarni)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...