Langsung ke konten utama

Tanda Tangan

Yang paling nyebelin ituh pas jadi pembicara di sebuah seminar, adalah tanda tangan sertifikat buat peserta dan panitia acara. Berapa banyak? Ratusaaaaan :D *berasa iklan
Manual lagi, iyah... manual. Enak kalo pake stempel or by print gitu. Tapi nggak papa, itung-itung belajar jadi artis. Siapin tukang pijet ajah buat pijet jari-jari tangan hahaha... *lebay  karna ini belum termasuk buat tanda tangan buku.

Nyesel deh punya tanda tangan yang puanjaaaang, seperti puaaanjangnya nama saya. Sampe-sampe nih, pas ujian, saya masih sibuk aja ngelingkari nama, teman-teman udah ngerjain soalnya. Sayangnya, nggak afdol ajah rasanya kalo cuma paraf gitu *pan yang diminta tanda tangan yak. Mau merevisi tanda tangan, udah telaaaaat keuleeeees... :D

Hmmmm... inih bukan pengelaman pertama sih, buat tanda tangan segambreng. Sebelumnya saya juga udah sering banget tanda tangan *bukan dokumen buat kreditan pemirsah! :D
Tanda tangan buat balik nama surat tanah, perumahan yang ratusan (developer)

So, saya sengaja kasih nama anak nggak panjang-panjang, trus ntar nyuruh mereka bikin tanda tangan yang nggak panjang-panjang juga *Lietin anak yang masih berumur 5 tahun dan 4 bulan :D


Komentar

  1. Xixixiii lain kali kesepakatan dulu sama panita mak. Kalau di Jogja kebanyakan udah diprint aja.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...