Langsung ke konten utama

Katri Mandi (Ubi ungu)


Biasanya, saya kalau bikin katri mandi pakai ubi jalar kuning. Nah, berhubung kemarin gi nemu penjual ubi jalar ungu di pasar kaget, saya beli lumayan bayak. Waktu itu, ubi jalar ungu pernah saya buat menjadi puding ungu. Ternyata, pas dibuat katri mandi, rasanya juga enak banget dan warnanya cantik *penyuka warna ungu ^_^

Cara membuatnya juga gampang banget, cuma butuh bahan-bahan berupa ubi ungu, tepung ketan, santan, gula pasir, daun pandan, sedikit garam, dan air. Sebelumnya, ubi ungu direbus dulu, setelah itu dihancurkan dan diadon bersama dengan tepung ketan sampai kalis dan bentuk bulat-bulat. Setelah itu, masak air, setelah mendidih masukkan bola-bola tadi. Berhubung saya gi buru-buru (hihihi... ngeles), setelah bola-bolanya mengapung, saya langsung masukkan santan, gula, daun pandan, dan sedikit garam. Karena itulah kuahnya jadi ikutan ungu juga. Sayangnya, santannya kurang banyak, jadi nggak terlalu kental *ngurangi kolesterol, ah alesan!

Setelah mendidih, matikan api, jadi deh. Rasanya enaaaaaaak.

Yang ini katri mandi pakai ubi jalar kuning.


Komentar

  1. Ih, warna ungunya cantik banget Mbak, warna aseli lagi ya... jadi kepengen nyoba bikin juga...

    BalasHapus
  2. Iya Mbak Nurin, cantik dan rasanya enak. Silahkan dicoba ^_^

    BalasHapus
  3. tapi jadi cantik mbk warnanya.ungu,kuah ungu.. Tepung ketan ika habis :( pengen

    BalasHapus
  4. Iya Mbak Ikha, saya sukaaaaaa... warna ungu hehehe...

    O yah, pakai tepung kanji juga bisa lho Mbak ^_^

    BalasHapus
  5. naahhh,, kayanya ini bisa jadi pengganti pearl kalau kita bikin ice bubble yah mak ^^ makasiy yah resepnya ^^

    BalasHapus
  6. Jaringan 4g


    Ngengeeeengg .. pengen nyba ahhh. kelihatannya cantik.
    semoga nanti jadinya enak nih :)
    kreatif banget resepnya nih .. Sukses yah mbak :)

    Salam kenal deh http://orangbiasaji.net

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...