Langsung ke konten utama

Roti Jala Isi Nugget Stick So Good Untuk Buka Puasa



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Bagi kita yang berstatus sebagai seorang Ibu, menyusun menu untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan ini, punya keseruan tersendiri. Setiap anggota keluarga punya selera masing-masing. Tapi, di keluarga kecil saya, yang menjadi perhatian lebih adalah anak-anak yang berpuasa. Ini tahun ke 4 Mbak Nai berpuasa, putri saya yang berusia hampir 9 tahun. Alhamdulillah... puasanya selalu penuh.



Untuk anak seusia dia, udah nggak rewel lagi saat berpuasa. Udah nggak ngileran lagi kalau lihat adeknya Khai yang berusia 4 tahun, makan atau minum sesuatu di depannya. Bahkan, Nai dengan sukarela menawarkan dirinya untuk menyuapkan adeknya makan. Alhamdulillah... kebahagian tersendiri buat saya sebagai orang tua. Di dua tahun pertamanya berpuasa dulu, memang masih rewel banget, saya dan suami harus pinter mensiasatinya. Selain selalu sounding tentang manfaat berpuasa, saya juga menyusun jadwal kegiatan Nai saat Ramadhan. Menyiapkan berbagai kegiatan untuk mengisi waktu, agar puasa tak berasa terlalu lama.

Baca: Kreasi Menu Praktis So Good Siap masak

Saya juga selalu berusaha menyiapkan makanan dan minuman yang bergizi, untuk menunjang fisiknya saat berpuasa. Tapi, Mbak Nai tetap aja sering lapar mata. Pengen ada ini itu buat disajikan saat berbuka nanti. Sebenarnya, nggak cuma anak kecil aja yah, kita yang udah tua ini, juga sering begitu. Padahal, pas berbuka nanti, nggak semua dimakan, bahkan kadang jadi mubazir, Astaghfirullah.





Nah, cara menyiasatinya adalah, dengan mengajak serta Nai untuk ikut memilih menu buka puasa, dan terlibat dalam pembuatannya. Asyik juga yah, sekalian ngisi waktu, Nai jadi antusias banget. Seperti saat membuat roti jala. Salah satu kuliner khas Riau yang jadi favorit Nai untuk berbuka puasa. Kali ini, kami membuat roti jala yang berbeda dari biasanya. Biasanya, roti jala disajikan dengan kuah kari atau kuah santan gula merah (bisa ditambahkan dengan durian). Roti jala yang kami buat, kekinian, yaitu roti jala isi nugget stick So Good. Kombinasi, 2 makanan favorit Nai, roti jala dan nugget ayam. Bertemunya kuliner tradisional dengan modern.

Mengapa memilih Nugget Stick Ayam So Good

Hal pertama dan paling utama adalah, bahwa produk So Good halal. So Good siap masak juga punya berbagai varian yang disukai oleh seluruh anggota keluarga, seperti nugget, sosis, bakso, pangsit, dll. Apalagi, Produk So Good terbuat dari daging berkualitas, baik daging sapi, ayam, maupun ikan, dipilih yang terbaik. Jadi, nggak perlu worry deh. Proses pengolahannya menjadi bahan makanan beku juga sangat higienis lho, lewat rangkaian proses yang modern.

Baca: Roti jala kari ayam So Good ayam potong

Bahkan, pengawasan mutunya sangat ketat. Untuk produk seperti So Good Nugget chiken stick dan sejenisnya, udah melewati proses pemasakan pada suhu 170 decel selama nggak kurang dari 3 menit. Lalu, langsung dibekukan dengan cepat untuk menjamin kelezatan, kesegaran, dan kandungan nutrisi dari daging olahannya. Waaaah, gimana nggak jadi pilihan yah. Apalagi, produknya juga mudah banget didapatkan di swalayan terdekat.



Sahabat Ummi...

Udah penasaran banget dong yah, kira-kira bagaimana bahan dan proses pembuatan roti jala isi nugget stick So Good untuk buka puasa. Kita langsung aja masuk ke resepnya yah. Kali ini, Nai minta roti jalanya berwarna hijau.

Roti Jala

Bahan Roti Jala:
  • Tepung terigu protein sedang 200gr
  • Garam 1/2 sdt
  • Minyak sayur 2 sdm
  • Telur 1 butir
  • Air 500 ml
  • pewarna makanan hijau 2 tetes


Cara pembuatannya:

Campurkan seluruh bahan. Aduk hingga rata, kemudian saring, agar adonan menjadi lebih halus. Selanjutnya, panaskan wajan anti lengket, tuang adonan dengan menggunakan cetakan roti jala. Setelah matang, angkat, tidak perlu dibalik yah.






Roti Jala Isi Nugget Stick So Good

Bahan Isi:
  • Nugget stick So Good yang digoreng hingga kuning keemasan
  • Daun selada yang telah dipetik dan dicuci bersih
  • Saus tomat/cabe
  • Mayones
Cara pembuatannya:

Ambil roti jala, lipat menjadi dua bagian dengan mengarahkan kedua sisinya ke tengah. Kemudian, tambahkan daun selada dan juga nugget stick. Gulung sampai habis. Untuk saus, bisa ditambahkan di dalam, di atas, atau di wadah lain (dicocol).




Sahabat Ummi...

Gampang banget yah proses pembuatannya. Untuk kandungan nutrisinya, komplit dong, ada karbo dari roti jala, sayuran, dan juga protein dari nugget stick So Good. Jadi, makan ini dan minum air saat berbuka, udah cukup untuk lambung. Nanti, kalau mau makan nasi, bisa dilakukan setelah shalat tarawih. Sisi positif lainnya, ini adalah edukasi untuk generasi, bahwa masakan rumahan khas Ramadhan seperti roti jala, bisa diolah dengan berbagai jenis makanan lainnya. Jangan sampai, kuliner tradisonal ini tergerus dengan aneka makanan modern lainnya, melainkan berkolaborasi sehingga menghasilkan makanan yang mampu menggoyang lidah di segala usia.




Komentar

  1. Inovasi yang bagus ya, khas Melayu tidak ketinggalan... Perlu dicoba tuh... So Good emang enak diapain aja...

    BalasHapus
  2. Jadi ingat rencana bikin roti jala lebaran ini. Tapi nggak jadi, kayaknya, abis lihat banyak banget makanan di rumah. Malas juga, sebenarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti, boleh dicoba bikin Mbak, klo makanannya udah pada habis :)

      Hapus
  3. Dari pertama lihat fotonya, saya pingin banget lihat resepnya, Mba �� Saya baru tau ttg roti jala ini. Ternyata simple dan cuma pakai teflon ya, Mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa Mbak, simple banget. Sile dicoba buat yah :D

      Hapus
  4. Wah, cara buatnya nggak susah kayaknya ya mbak.... Pengen nyoba!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa Mbak, gampang banget. Silahkan coba bikin :)

      Hapus
  5. Bikin lagi dong Mbak, kupen cobaa ��

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...