Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Nulis Apa Ya?

Tadinya pengen nulis banyak hal, eh pas laptop udah hidup, blog udah kebuka, yang mau ditulis malah nguap entah kemana. Sering banget ngerasa seperti itu, giliran gi berjibaku sama pekerjaan rumah, ngajak main Nai, jalan-jalan, atau bahkan gi di kamar mandi, ide buat nulis datang dan berseliweran seakan mau meledak jika tidak dituliskan. Nah, parahnya kalau itu berkaitan dengan naskah untuk buku yang kita tulis. Salah seorang teman mengatakan, laptop atau komputernya selalu ready , jadi nggak ada matinye, pas ada yang mo ditulis langsung deh ketak-ketik, bis itu balik lagi ke apa yang dikerjakan sebelumnya. Whuaaaaa… kasian juga yah tu laptop atau komputer. Kalau saya pribadi sih, tinggal sediakan kertas dan pensil ajah. Tapi berhubung sering direcoki Nai (dipakai buat gambar atau bikin kapal), akhirnya saya tulis aja di note HP jadul saya. Lumayaaaaan… setidaknya ide tersebut nggak terbang dan nanti bisa ditulis kembali, kalau masalah feel yang berkaitan dengan mood nya bi...

Bola-bola Kentang

Di rumah gi banyak banget kentang, tapi belum juga dieksekusi di dapur. Beberapa kentang malah udah tumbuh akarnya hehehe… *kalau ditanam tumbuh nggak yah Biasanya, Oma Nai bakal bikin pergedel. Tapi, berhubung Ummi gi kumat rajinnya hihihi… akhirnya dibikin bola-bola kentang ala Ummi. Bahan-bahannya (masih nggak pakai takaran hehehe…) Kentang, ayam, wortel, tepung terigu (dikiiit), keju, tepung roti, telur, bawang putih, bawang Bombay, daun sup, merica, garam, dan sedikit gula. Cara buatnya gampang banget, kentang direbus, ayamnya juga. Setelah itu kentang dihaluskan, kalau ayamnya saya siwir-siwir kasar ajah. Untuk bumbunya, bawang putih digiling halus dengan diberi garam secukupnya, tambah merica (saya pakai merica bubuk), sedangkan bawang bombay dan daun sup diiris-iris. Untuk wortel dan keju, saya parut halus. Campur deh semuanya ke dalam satu wadah, diaduk sampai tercampur rata, beri sedikiiiit gula (saya nggak pakai penyedap), tambahkan sedikit tepung...

Semenit Dibayar Sejam

Hari ini, untuk kedua kalinya saya “tersentil”. Mungkin semua sudah sangat familiar dengan istilah jam karet. Istilah negatif tersebut, sayangnya identik dengan kebanyakan manusia di Indonesia. Kalau ada janji, ngaret. Datang buat rapat di kantor, ngaret. Memulai suatu acara, ngaret. Hmmmm… dan untuk alasan yang dikemukakan juga bermacam-macam, tapi sepertinya alasan yang berada diurutan teratas adalah MACET. Ya sudahlah, saya bukan ingin membahas masalah macet atau mendata alasan apa saja yang biasa diungkapkan seseorang ketika ia ngaret. Saya hanya ingin bercerita tentang diri saya sendiri yang ngaret hanya 1 menit, ya 1 menit yang harus saya bayar dengan 1 jam. Ceritanya gini, hari ini saya ada janji dengan dosen pembimbing tesis saya untuk bertemu di kampus, untuk melakukan bimbingan. Waktu yang disepakati adalah pukul 12 siang. Saya berangkat dari rumah memang sedikit agak terlambat, terlebih sempat mampir dulu untuk menyelesaikan urusan  kerjaan suami. Sementara, un...

Aneka Bekal Nai

Ini adalah beberapa bekal kesukaan Nai, bekal yang simple dan enaaaaak. Made in Dhewe  ^_^ Nasi, tumis worbun (wortel dan buncis), dan cumi keriting (cumi tepung)  Roti manis isi keju dan coklat  Dadar gulung ceria  Roti bakar isi keju dan meises Spaghetty saos egg Besok-besok, pengen coba bikin bento ah, doain ummi sukses yah ngebento ^_^

"Celoteh" Oci YM dan Riawani Elyta

Cerita Kita Malam ini mangkuk kita tertukar Kau dengan semangkuk mie baksomu dan aku dengan semangkuk mie ayamku Kita tidak duduk di pojokan atau di bawah cahaya lampu remang-remang Tapi di depan Saat mata kita dengan leluasanya memandangi jalan Menikmati percik air hujan yang sempat mampir di tangan kita Malam ini mangkuk kita tertukar Kau dengan semangkuk mie baksomu dan aku dengan semangkuk mie ayamku Hanya kursi dan meja papan tanpa cahaya lilin dan bunga setaman Tak ada musik klasik hanya deru rinai hujan "Masihkah kau ingat malam terakhir perjumpaan kita?" Lirih suaraku menghembuskan kabut. Kabut yang sama kutemui di hitam pekat matamu. Kau tak memandangku, hanya memainkan garpu bengkok yang tergenggam oleh tangan kirimu. Sementara rinai hujan diluar sana mulai berganti deras. Deras yang menempiaskan sejuk dan hunjam tetesannya mengenai tubuh kita. Tapi engkau masih enggan beranjak. Meski disekeliling kita orang-orang tel...

Jepretan Even PON 2012 di Riau

Sedikit dokumentasi saya pada even PON 2012 di Riau. Kalau cerita tentang PON yang kontroversial, saya nggak ikutan nulis, cuma nyimak ajah hehehe... ^_^  Nonton Bareng, Pembukaan PON di Riau Expo Lapangan MTQ Pekanbaru  Stadion Utama  Area Stadion Utama Area Stadion Utama Pertandingan Baseball Antara Riau dengan Bali

Pagi Dunia

Meski ku rapuh dalam langkah Kadang tak setia kepadaMu Namun cinta dalam jiwa Hanyalah padaMu Maafkanlah bila hati Tak sempurna mencintaiMu Dalam dadaku harap hanya DiriMu yang bertahta Detik waktu terus berlalu Semua berakhir padaMu (Rapuh by Opick) Pagiii... dunia. Kalau Tere Liye bilang, pagi itu adalah waktu yang paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang dipersawahan, hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi. (Sunset Bersama Rosie) Sedangkan sahabat maya saya Mbak Shabrina WS bilang, pagi adalah harapan senja kemarin. Bagi saya, pagi adalah suatu kesempatan untuk memperbaiki diri. Bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk hidup. Pagi, bisa jadi start untuk menebar kebaikan, menjadikan diri sebagai ...

Roti Manis Buatan Ummi yang Manis ^_^

Waktu BW di blognya Mbak Octaviani Nur Hasanah , ada resep roti yang komplit banget dengan cara pembuatannya. Berhubung di rumah gi banyak banget tepung terigu, nggak ada salahnya Ummi coba buat. Apalagi semua bahan udah tersedia, maklum aja karena ummi sekarang gi rajin bereksperimen di dapur untuk bikin camilan buat Nai. Untuk resep lengkapnya bisa dilihat di sini ya ^_^ Bikinnya ternyata memang gampang banget. Sebagai orang yang baru pertama kali bikin, hasil roti saya lumayanlah hehehe... Adonannya saya uleni sendiri pakai tangan, trus saya bentuk jadi mungil-mungil (pengen kaya’ roti unyil). Untuk isiannya pakai keju dan meises. Setelah terbentuk, saya diamkan dulu sebentar. Setelah itu baru saya panggang. Tapi, saya manggangnya nggak pakai oven lho, oven yang ada di rumah sama dengan oven Mbak Octa, oven hock gede yang jadul banget. Karena males buat turunin tu oven dari atas lemari, akhirnya saya panggang pakai multi pan ajah. Alhamdulillah tetap jadi,...

Si Pemilik Tawa Kuda

Pernah nggak sih merasa benci banget sama seseorang?. Kalau melihat dia, bawaannya pengen maraaaah ajah, trus bikin hari yang tadinya indah seindah pelangi, mendadak jadi abu-abu. Mungkin rata-rata pernah yah, demikan juga dengan saya. penyebabnya bisa macam-macam, dari yang realistis sampai yang nggak realistis hihihi... maksudnya, dari penyebab yang dibenarkan *eh, emang ada benci yang dibenarkan? Hihihi... sampai dengan penyebab yang nggak dibenarkan. Kalau ngomongin kategori penyebab yang nggak dibenarkan, saya punya sebuah cerita. Ini terjadi sewaktu saya masih duduk dibangku SMP. Waktu itu, saya benci banget dengan temen saya si Badu (bukan nama sebenarnya, yang namanya Badu maap yeee...). Pokoke benciiiii... dah, Cuma karena saya tu nggak suka dengar suara dia kalau lagi ketawa. Ditelinga saya, suara tawanya itu terdengar seperti suara kuda hehehe... *Padahal ketawa itu HAM yah Gambar dari sini Dulu, bawaannya sebel banget. Terlebih dia orangnya seneng banget ket...

Mak dan El (FIKSI)

Pekanbaru, di pinggiran sungai Siak.. Mak duduk termenung di halaman belakang rumah ditemani dengan lima ekor ayamnya, yang kesemuanya berwarna hitam. Dengan wajah kusut dan mata yang menerawang jauh entah kemana. Padahal, di ruang tamu sedang ramai orang yang bolak-balik berdatangan sejak semalam. Aku urung untuk mendekati Mak, lalu melangkahkan kakiku ke tempat dimana suara nyaring Kak Ita berasal. “Kak Ita, cobalah kau tengok emak, ada apa gerangan yang membebani pikirannya?”. Ujarku kepada kakakku Ita yang sedari tadi sibuk ketawa-ketiwi di ruang tamu bersama Cik Midah dan tetangga lainnya. “Manalah aku tahu, sudah hampir seminggu dia begitu, makanpun hilang selera”. Kak Ita menjawab, jawaban yang cukup mengagetkanku. Memang, sudah hampir seminggu ini aku berangkat kerja sehabis subuh dan baru pulang lewat tengah malam. Aku mendapatkan tawaran kerja tambahan, lumayan untuk membantu emak agar asap dapur kami tetap mengepul. Menjalankan tugasku sebagai tulang punggu...

If you give more, you will get even more!

Hidup itu seperti roda yang berputar. Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut, yang berarti bahwa suatu saat kehidupan kita bisa berada dibawah dan bisa berada di atas. Lalu manakah yang lebih sulit, saat berada diposisi dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah? Mungkin kebanyakan akan menjawab dari atas ke bawah. Ibarat jatuh dari ketinggian, rasanya pasti sangat sakit. Tidak heran, banyak orang yang merasa sangat sulit bertahan bila berada di posisi ini, bahkan bisa memilih untuk mengakhiri hidupnya. Sebaliknya, orang yang berada diposisi dari bawah ke atas, ibarat sedang menikmati hidup. Dalam artian positif, ia tengah menikmati hasil jerih payahnya selama ini. Tapi, tidak bisa juga dikatakan mudah saat menjalani posisi ini. Penyesuaian, ya penyesuaianlah yang harus dilakukan diposisi manapun kita berada. Kembali pada posisi dari atas ke bawah, setidaknya itulah yang pernah saya rasakan dulu sekali. Saat sudah terbiasa dengan hidup yang serba berkecu...

Saya Alumni ROHIS dan Saya Bukan Teroris

Gambar dari sini Lewat ROHIS, Allah memberikan hidayah sehingga akhirnya saya menutup aurat Lewat ROHIS, saya menjadi kaya akan ilmu dunia akhirat Lewat ROHIS, tali persaudaraan sesama muslim terasa begitu erat Sedih sekaliiii... rasanya, saat salah satu media TV nasional menyampaikan kampanye provokatif terhadap ROHIS. Pada tanggal 5 September lalu, tayanglah sebuah program dialog dengan narasumber guru besar Universitas Islam Negeri Jakarta, mantan kepala Badan Intelijen Negara, dan seorang pengamat terorisme. Dalam dialog tersebut, ditayangkan 5 pola rekrutmen teroris muda, salah satunya adalah melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Gambar dari sini Nah, pertanyaannya adalah apakah ada ekstrakurikuler di sekolah yang dilakukan di masjid-masjid selain ROHIS? Memang dalam dialog tersebut tidak disebutkan secara langsung, melainkan secara implisit jelas menjurus kepada ROHIS. Alangkah lucunya negeri ini. Jika tawuran antarpelajar men...

Menangislah... Karena Kita Manusia

Manusia dikaruniai berbagai macam perasaan. Ia bisa merasa sedih, kecewa, terluka, atau bahagia. Seandainya bisa memilih, mungkin kita lebih memilih untuk menjalani hidup yang penuh dengan kebahagiaan saja, tanpa duka dan air mata. Tetapi, semua itu tidak mungkin. Sudah menjadi sebuah ketetapan bahwa dunia ini penuh dengan suka dan duka. Setiap perasaan yang dirasa adalah sebuah manisfestasi dari hidup yang tidak stagnant . Seandainya dunia ini hanya ada kebahagiaan, dan seluruh manusia diliputi dengan tawa ceria, maka keseimbangan akan terganggu. Emosi menjadi tidak akan pernah stabil. Emosi dikatakan stabil apabila ada dua keadaan yang berbeda yang terwujud dalam diri yang satu. Ada saat-saat tertentu kita bisa tertawa riang, namun kemudian kita juga bisa menangis bersedih. Sama halnya dengan perputaran hidup, terkadang kita berada di atas dan terkadang kita berada di bawah. Bayangkan bila hidup ini berjalan seperti itu-itu saja, tanpa ada emosi jiwa yang bisa membuat kita ...

Ping! Pesan Penting Dari Satwa

Penasaran!, saya sungguh penasaran dengan isi novel hasil kolaborasi Mbak Riawani Elyta dan Mbak Shabrina WS ini, yang berhasil mengantongi juara pertama di lomba novel yang diadakan oleh Bentang Belia awal tahun 2012 lalu. Sedari awal saya sudah mengetahui bahwa Mbak Riawani Elyta akan berduet dengan Mbak Shabrina WS dalam event ini. Mereka berdua adalah penulis favorit saya. Tentu saja novel Ping! ini menjadi salah satu novel yang harus saya miliki. Bahkan saya langsung memesannya ke penulisnya. Saya yang sangat jatuh cinta dengan tulisan dan novel-novel Mbak Riawani Elyta yang cerdas, begitu juga dengan tulisan dan novel Mbak Shabrina WS yang bisa dikatakan berciri khas atau tidak jauh-jauh dari seputar dunia binatang (fabel), semakin terpesona dengan kepiawaian mereka meramu novel ini. Saat membacanya, saya serasa ikut berpetualang. Petualangan yang manis sekaligus mengharukan. Bahkan, saya juga sempat menitikkan air mata untuk Ping!. Membaca kisah Ping si orang u...