Langsung ke konten utama

Hari Pertama Nai Sekolah (Lagi)

Nai sekolah lagi, entah kenapa tiba-tiba Nai mau masuk sekolah lagi. Padahal beberapa bulan yang lalu (Umi sampai lupa bulan berapa pertama kali Nai sekolah) Nai hanya bertahan sekolah selama seminggu hihihi... Alasannya simple banget, Nai bilang kalau semua mainan yang ada di sekolah sudah dia miliki di rumah, satu-satunya mainan yang nggak dia punya cuma luncuran alias plosotan aja. Jadinya, setelah seminggu bermain plosotan dan bosan, Nai nggak mau lagi masuk sekolah.

Nggak papa sih, toh dari awal umi memang nggak begitu serius untuk menyekolahkan Nai. Nai saat ini baru berusia 3 tahun dan umi memang sedari awal memutuskan untuk resign mengajar (mahasiswa) agar bisa fokus mengurus Nai, jadi Nai sudah punya kegiatan harian bersama umi.

Ini berawal dari omanya Nai yang heboh banget nyuruh umi untuk nyekolahin Nai. Kebetulan tetangga ada yang baru membuka PAUD dan TPA. bukan apa-apa, omanya pengen supaya Nai bisa bersosialisasi dengan anak sebayanya. Maklum saja, Nai termasuk anak rumahan yang bener-bener cuma main di rumah aja hehehe... soalnya di sini anak-anak seusia Nai jarang banget.

Jadi di edisi sekolah lagi ini umi mau lihat keseriusan Nai (halaaaaah) buat sekolah. Nai rayu-rayu si abi untuk minta dibelikan tas baru, tempat makan dan tempat minum baru yang serba Hello Kitty. Si abi oke aja, akhirnya Nai punya perlengkapan sekolah baru. Nai juga bangun pagi dan sarapan. Pergi sekolahnya diantar abi pakai motor (padahal sekolahnya cuma berjarak 3 rumah wkwkwk...), pulangnya baru jalan kaki :D

Sebelum berangkat gaya dulu ^_^

Eh di sekolah sama aja dengan waktu pertama kali dulu, Nai teteup minta ditunggu umi (padahal deket rumah banget yak xixixi). Nai juga masih tidak mau membaur dengan teman-temannya alias main sendiri. Ibu gurunya juga tak dihiraukannya. Oalah Nai, masih sesukanya banget dah.

Hari pertama Nai sekolah lagi ini, umi masak bekal untuk Nai. Nai minta dimasakin cumi, cuminya umi goreng tepung aja, trus sayurnya tumis buncis dan wortel.

Bekal Nai, Cumi brekele dan Tumis buncis wortel ^_^

Oke deh, nanti umi bakal tulis lagi kisah-kisah Nai saat di sekolah waktu pertama kali dulu. sekalian ngubek-ngubek foto buat cari dokumentasi Nai dulu, pada ngumpet dimana yak fotonya dulu ^_^

Komentar

  1. Hihihi gaya Nai unyuuuu *jiplak ngomong ABG*

    Ih, Nai pinter yah, udah bisa makan sayur ^_^

    Mungkin belum masanya Nai mau sosialisasi, ntar juga pasti mau...ya kan Nai? ^_<

    BalasHapus
  2. Hihihi... anak cewek banget Mbak, sadar kamera ^_^

    Makan sayurnya masih pilih-pilih Mbak, yah Alhamdulillah yang penting mau.

    Aamiin... mudah-mudahan ^_*

    BalasHapus
  3. hihihi emang bener ya rata2 kalau anak perempuan itu "sadar kamera" termasuk keponakan saya juga xD

    BalasHapus
  4. Yup... Mas Al-Bana. Tengkiyu udah mampir ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...