Langsung ke konten utama

Mangga yang Menggoda

Nai suka sekali Mangga. Alhamdulillah pohon mangga di rumah sedang berbuah. Kali ini bahkan buahnya lebih banyak dari sebelumnya. Dari awal memang sudah terlihat berbeda. Saat masih berbunga, bunganya banyaaaaak. Begitu juga saat sudah menjadi mangga-mangga kecil yang cantik-cantik. Tapi pada akhirnya, mangga-mangga kecil itu banyak yang berguguran dan hanya tersisa beberapa saja.


Buah mangga ini memang sangat dinanti-nanti. Saat pohon mangga ini berbuah, semuanya pada heboh dan sibuk menandai yang mana menjadi mangga miliknya. Sayangnya nggak sedikit yang kecewa karena ternyata hanya beberapa mangga yang jadi dan bisa disantap. Walaupun begitu, tetap saja mangga yang bisa disantap itu akhirnya dibagi-bagi. Belum pernah ada yang memakan satu buah mangga itu sendirian.

Pohon mangga cangkokan yang satu batangnya terdiri dari 4 jenis mangga ini sudah berusia kurleb 10 tahun. Tapi batangnya nggak gede-gede, padahal udah dirawat. Hmmmm... kalau dipikir-pikir, seandainya mangga-mangga tersebut banyak yang jadi, batangnya nggak akan kuat menopang. Allah memang luar biasa, memberikan segala sesuatu sesuai dengan porsinya.


Sebagai manusia, kita juga kerap kali menandai sesuatu sebagai milik kita, lalu saat hal tersebut ternyata tidak bisa kita miliki, kita merasa kecewa dan lalu buruk sangka kepada Allah. Padahal, tidak ada yang menjadi mutlak milik kita di dunia ini. Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita, seberapa mampu kita memilikinya, sesuai dengan porsinya bukan?. Bisa jadi sesuatu yang kecil mampu memberikan manfaat yang besar. Bersyukur akan membuat kita merasa cukup tanpa memperhitungkan besar kecilnya nikmat yang Allah berikan. Sungguh, sampai kapanpun kita tidak akan pernah mampu menghitung nikmat yang telah diberikan-Nya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...