Langsung ke konten utama

Pertama Kali Naik Kamu

Sebenarnya rada malu untuk menceritakannya, bis norak sih. Tapi nggak ada salahnya juga untuk sedikit berbagi kisah. Jadi begini ceritanya, tepat hari ketiga lebaran kemarin, untuk pertama kalinya saya dan suami mencicipi bagaimana rasanya menjadi salah satu penumpang dari bus Trans Metro, adik beradik sih sama busway, cuma bedanya nggak ada jalan khususnya aja.


Gambar dari sini

Wah.. rasanya gimana gitu. Saya merasakan naik bus terakhir kali sewaktu masih kuliah dulu, itu juga bus kampus hehehe... Jadi, si abi oke aja waktu saya bilang pengen merasakan bagaimana rasanya naik bus Trans Metro. Padahal, bus ini udah lumayan lama beroperasi di kota saya Pekanbaru.

Waktu itu tujuan kami adalah ke Mall SKA yang berlokasi di Panam. Kami memulai perjalanan (haiyaaaah lebay) dari halte bus yang berada di Mall pekanbaru (MP). Ceritanya dari mall ke mall nih hihihi... bukan apa-apa, karena kendaraan sengaja diparkirkan di Mall Pekanbaru.


Halte di depan Mall Pekanbaru (MP)

Pertama kali, beli karcisnya dulu. Wah ternyata nunggu busnya lumayan lama juga, belum lagi rameeeee banget yang nunggu (mungkin karena masih lebaran). Pas busnya datang, penumpang yang mau naik rebutaaaan, alhasil kami tidak kebagian tempat duduk (sedihnyaaaaa... gagal mau santai-santai), busnya juga padat dan jadi nggak jauh beda dengan bus umum lainnya, cuma yang ini rada adem aja ^_^

Ternyata kami harus 2x naik bus, transit gitu di halte depan RS Awal Bros. Nah, pas yang ini Alhamdulillah dapet tempat duduk (si abi kelihatan lebih lega, kan lumayan capek berdiri bil gendong Nai xixixi). Lucunya, Nai kebingungan, ini pertama kali juga buat Nai naik kendaraan umum. Nai sampai tanya-tanya apakah kendaraan abinya udah dijual, kok naik mobil rame-rame.

Akhirnya kami sampai juga di Mall SKA. Setelah belanja, makan, dan temenin Nai main, kami pun pulang. Tapi sayangnya si abi menyerah, dengan santainya dia malah menuju ke tempat parkir taksi bukan ke halte bus Trans Metro lagi wkwkwk... katanya capeeeek. Yah, jadilah kami pulangnya naik taksi menuju mall Pekanbaru lagi. Padahal seharusnya judul jalan-jalan kali ini adalah dari mall ke mall bersama bus Trans Metro Pekanbaru ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...