Langsung ke konten utama

Minuman Paling Enak Sedunia

Hihihi... rada lebay, tapi bagi saya pribadi minuman ini memang paliiiiiiiiing enak sedunia. Dahulu kala, saya cuma bisa bengong aja liatin teman-teman yang tengah nikmat-nikmatnya meminum minuman ini di pinggir jalan. Sampai di rumah, yang saya lakukan adalah menebang sendiri beberapa batang tebu yang ada di halaman belakang rumah, kupas, potong-potong, gigit, hisap sendiri sarinya (pas batang tebunya habis, menderitaaaaa....T_T).

Tebu? Ya, itu adalah minuman sari tebu. Tapi sekarang, saya sangat berterima kasih kepada para penjual sari tebu yang ada di Mall. Saya nggak perlu capek lagi buat nebang, ngupas, potong-potong dan ngisap sampai mulut jontor hihihi... segeeeeer banget lagi, karena bisa diminum dingin.

Jadi si Abi udah hapal banget, tiap ke Mall pasti deh minuman ini kudu dibeli ^_^


Komentar

  1. jadi inget dulu waktu liburan ke rumah eyang di Kudus suka ngisep2 tebu sama temen2 disana..
    tapi saya kurang begitu suka karena manis banget..hehehe

    salam kenal ya mba Oci
    http://titaokti.com

    BalasHapus
  2. Saya sukaaaa manisnya tebu Mbak Titi, asal jangan agak pahit aja, ada kan yah yang rasanya gitu ^_^


    Salam kenal juga Mbak Titi, tengkiyu yah udah mampir ^_^

    BalasHapus
  3. ya skrg sari tebu udah masuk mall ya.. :D

    BalasHapus
  4. Iya Mbak Myra... Alhamdulillah bangeeeeet hehehe... ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...