Langsung ke konten utama

Ping! Pesan Penting Dari Satwa



Penasaran!, saya sungguh penasaran dengan isi novel hasil kolaborasi Mbak Riawani Elyta dan Mbak Shabrina WS ini, yang berhasil mengantongi juara pertama di lomba novel yang diadakan oleh Bentang Belia awal tahun 2012 lalu.

Sedari awal saya sudah mengetahui bahwa Mbak Riawani Elyta akan berduet dengan Mbak Shabrina WS dalam event ini. Mereka berdua adalah penulis favorit saya. Tentu saja novel Ping! ini menjadi salah satu novel yang harus saya miliki. Bahkan saya langsung memesannya ke penulisnya.

Saya yang sangat jatuh cinta dengan tulisan dan novel-novel Mbak Riawani Elyta yang cerdas, begitu juga dengan tulisan dan novel Mbak Shabrina WS yang bisa dikatakan berciri khas atau tidak jauh-jauh dari seputar dunia binatang (fabel), semakin terpesona dengan kepiawaian mereka meramu novel ini.

Saat membacanya, saya serasa ikut berpetualang. Petualangan yang manis sekaligus mengharukan. Bahkan, saya juga sempat menitikkan air mata untuk Ping!. Membaca kisah Ping si orang utan, pikiran saya langsung melayang ke sebuah Taman Nasional Tesso Nilo yang ada di Riau. Mungkin apa yang dirasakan Ping tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Gajah Sumatra ( Elephas maximus sumatranus ) salah satu spesies langka yang ada di sini.

Konflik antara gajah dan manusia yang berujung pada kematian beberapa gajah dan perambahanlah (untuk dijadikan pemukiman atau perkebunan sawit) yang menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya konflik tersebut. Selain itu, kemungkinan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan konflik untuk mendapatkan gading gajah. Sepanjang Maret-Juni 2012 tercatat 7 kematian gajah di kawasan blok hutan Tesso Nilo. Kasus kematian yang terakhir ditemukan di konsesi perusahaan kayu akasia pada 7 Juni 2012, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Seekor gajah jantan muda ditemukan mati dengan kondisi gading hilang. (1)

Foto: (dok okezone)
Gambar dari sini

Miris, sediiiiih... sekali rasanya saat menyaksikan berita mengenai gajah-gajah ini, baik di media cetak maupun elektronik. Gajah "mengamuk", mereka kerap sekali dipersalahkan dan menjadi bulan-bulanan saat masuk ke pemukiman warga. Padahal, dari kawasan TN Tesso Nilo seluas 83 ribu hektare, sekitar 35 ribu hektare di antaranya sudah dicaplok warga dan pengembang perusahaan yang kemudian dialihfungsikan untuk perkebunan kelapa sawit dan permukiman penduduk. (2). Jadi, salahkah gajah-gajah tersebut?. 

Luka... ya, jejak-jejak itu bernama luka. Luka yang dirasakan oleh Ping si orang utan, gajah Sumatra atau hewan-hewan lainnya yang menjadi sasaran "nafsu" dan "kepentingan" manusia. Bukankah seharusnya kita bisa hidup berdampingan dengan damai? sehingga ekosistem menjadi tetap balance. Saya ingin kita, dan anak-anak kita kelak tetap bisa menyaksikan "penampakkan" hewan-hewan tersebut secara langsung. Bukan hanya di buku-buku atau ensiklopedi, dan jangan sampai mereka juga berlabel sebagai "hewan punah", berdampingan dengan Dinasaurus dan sebangsanya.

Gambar dari sini

Ping! A Message From Borneo. Novel remaja yang bergizi, yang tidak hanya menyajikan sebuah cerita, tapi juga kaya akan ilmu pengetahuan seputar orang utan. Mbak Shabrina WS memang tidak main-main, saya mengacungi 10 jempol untuk totalitas beliau dalam "melakoni" Ping. Terlebih, ketika saya membaca behind the scene nya. Sungguh, sebuah kolaborasi novel yang ciamik dari dua penulis keren yang belum bernah bertatapan muka secara langsung ini. Semoga banyak pembaca (khususnya remaja) yang menjadi lebih peduli terhadap satwa, seperti Molly dan teman-temannya.

Jadi, tunggu apalagi. Novel ini sangat layak bahkan harus Anda miliki ^_^

13 September 2012
Pekanbaru-Riau




Sinopsis:
Molly, gadis penyayang binatang tingkat akut. Ia nekat mengiyakan ajakan Nick, teman bule-nya, untuk ikut meneliti orang utan di hutan Kalimantan. Tanpa pikir panjang, Molly terbang menyusul Nick demi menemui langsung binatang yang hampir punah itu. Hitung-hitung sekalian liburan.

Di sela petualangannya, Molly bertemu dengan Archi, sahabatnya waktu SMA. Archi kini berbeda. Selain makin ganteng, ia juga menentang keras kegemaran Molly pada keselamatan satwa. Putra tunggal pengusaha sawit terkenal itu juga bersikap enggak ramah pada Nick. Liburan yang seharusnya asyik pun dirusak oleh pertengkaran.


Mungkinkah sikap Archi ini karena cemburu pada Nick? Atau ada hubungannya dengan bisnis sawit ayahnya?

Sementara bagian fabel bercerita tentang Ping, seekor anak orang utan, yang menyimpan luka di sepanjang hidupnya akibat ulah manusia dan bertekad menghapus segala hal  tentang manusia dari ruang hatinya.


Komentar

  1. Mbaak, makasih banyak udah baca PING udah menyediakan waktu buat ngereview.
    Yaaah begitulah Mbak, miris klo lihat berita2 ttg binatang :(

    BalasHapus
  2. Iya Mbak Brien. Saya sendiri belum pernah ke TN Tesso Nilo, pengeeeeeen. Padahal nggak begitu jauh *ngerayu si abi doloo ^_^

    BalasHapus
  3. aku belum baca PING............tapi dari review dan sinopsisnya bisa membayangkan isinya:)

    Mudah-mudahan dengan PING lebih banyak orang-orang yang peduli dengan keberadaan satwa.

    BalasHapus
  4. Ayoooo... baca juga Mbak Sara, seruuu ^_^

    Aamiin.. iyaa Mbak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...

Grow n Health Madu Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Di rumah, kami selalu menyediakan madu. Madu juga dijadikan sebagai pengganti gula. Nggak hanya sehat, rasanya juga lebih nikmat. Saya pribadi, campuram madu dengan perasan jeruk nipis dan air hangat merupakan minuman pembuka hari. Sungguh luar biasa manfaat dari madu ini, nggak hanya buat kesehatan tapi juga kecantikan lho, karena bisa dijadikan masker juga. Kalau kita googling nih, bakal menemukan banyak banget manfaat dari mengkonsumsi madu, baik madu murni amupun dikombinasikan dengan herbal lainnya, manfaatnya seperti: sebagai sumber energi karena bisa menambah stamina, menjaga fungsi saluran cerna, membantu menurunkan kolesterol serta mengingkatkan HDL (kolesterol baik), melawan anemia, dll. Jadi, keluarga saya sudah sangat akrab dengan madu. Untuk saya dan suami, kami biasa mengkonsumsi madu murni tanpa campuran. Tapi untuk anak-anak, kami memberikan madu yang dikombinasikan dengan herbal bermanfaat lainnya. Tujuannya, agar semakin banyak manfaat yang didapat. Apalagi n...