Langsung ke konten utama

Ramadhan, Ayo Cerdas Agar Budget Pas


Sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba. Nggak dipungkiri kalau bulan puasa dan lebaran membutuhkan pengeluaran ekstra. Tapi, kita kudu bijak dong dalam pengaturannya. Jangan sampai over budget, karena masih ada banyak hari yang akan dilewati menjelang gajian kembali.
Jadi gimana dong biar budget pas. Yuuuk, mari jadi cerdas dengan tepat prioritas. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
 
• Atur Menu Buka dan Sahur
Perhatikan menu makanan kita. Puasa nggak hanya bikin lapar perut tapi juga mata. Pengennya makan yang enak-enak. Lihat orang jualan, maunya semua dibeli. Padahal, begitu berbuka, nggak sedikit juga makanan yang akhirnya jadi sia-sia, nggak kemakan dan berakhir dibuang. Sayangkan, tapi bukan berarti nggak boleh juga makan enak, hanya saja lebih disesuaikan dengan kemampuan finansial kita. Jangan sampai pas nggak bisa makan daging lagi, hari-hari berikutnya cuma makan nasi pake kecap plus kerupuk aja :D
• Belanja Sebelum Ramadhan Tiba
untuk digunakan saat lebaran nanti. Berhubung cuma tradisi dan nggak dosa juga kalau nggak pakai baju baru, nggak ada salahnya untuk menggunakan pakaian lama yang kondisinya masih okee. Kalaupun mau beli pakaian baru juga, lebih baik mengangsur membelinya sebelum bulan Ramadhan tiba. Selain lebih hemat pengeluaran di bulan Ramadhan, juga lebih menghemat tenaga kita. Jadi, tenganya digunakan untuk memaksimalkan ibadah sunnah di bulan Ramadhan aja.
Selain tentang pakaian, biasanya kita juga ribet dengan printilan untuk mempercantik rumah. Pengennyan saat silaturahmi di hari Lebaran nanti, ada suasana baru di rumah kita. Boleh-boleh aja, tapi menurut saya, printilan itu sudah kita angsur pikirkan dan beli sebelum Ramadhan tiba.
• Mengatur THR
THR yang ada jangan semuanya dialokasikan untuk konsumtif saja. Sebaiknya, dana yang kita punya lebih banyak dialokasikan untuk memberi kepada sesama yang lebih membutuhkan, terlebih keluarga. Selain pahalanya yang berlipat, itu juga nikmat. Trus, kalau punya hutang, nggak ada salahnya juga dana tersebut digunakan untuk kewajiban kita membayar hutang.
• Pilih Buka Bersama yang Bermakna
Ramadhan juga jadi bulan reunian. Nggak sedikit undangan buka bersama yang berdatangan. Sebaiknya pilih buka puasa mana yang akan dihadiri, jangan terlalu memaksakan untuk mengikuti semuanya. Alternatif lain, mengikuti buka puasa bersama tanpa membawa serta keluarga (istri\suami dan anak).
• Mudik?
Pastikan sudah dipersiapkan sejak sebelum Ramadhan tiba, sehingga sudah ada alokasi budget mudiknya. Alternatif lain jika minim dana, hitung manakah yang lebih murah, kita mudik atau mendatangkan orang tua ke tempat kita, dengan catatan bahwa orang tua kita bersedia. Jika kita suami istri beda tempat mudik, bisa atur jadwal mudik, bergantian tiap tahunnya.

Ada yang mau menambahkan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Kopdar Pertama Kumpulan Emak-emak Blogger Pekanbaru

Bisa dibilang, ini kopdar dadakan. Berawal dari salah satu mak-mak cantik bernama Ewida di KEB yang ngabsen siapa aja blogger Pekanbaru. Alhasil, unjuk gigi beberapa orang dan akhirnya kami sepakat untuk bertemu pada hari minggu, tanggal 5 Agustus 2012 di Perpustakaan keren Soeman HS Pekanbaru. Saya datang sedikit terlambat, setengah jam lah, karena susah payah ngerayu Nai. Terpaksa deh bilang mau ke mall, eh tapi saya nggak bohong lho, bis dari kopdar memang kami ke mall hihihi… Sampai di sana, kami ngumpul di lantai 2 tepatnya di ruangan kedap suara, so bisa cuap-cuap bebas tanpa khawatir ditimpuk buku sama pengunjung pustaka lain atau ditegur sama yang jaga puswil xixixi… maklum yang ngumpul emak-emak, so pasti heboh. Nah, berhubung ini adalah pertemuan pertama, jadi kami saling berkenalan. Ada saya, Oci YM yang unyu-unyu pakai ungu hihihi… *narsis akut. Trus ada Mbak Ewida yang cantik banget alias awet muda karena nggak nyangka kalau anaknya udah pada gede-gede. Tr...