Langsung ke konten utama

Resep Puding Nasi


Sahabat Ummi...

Bikin makanan buat keluarga itu menyenangkan yah. Bagi saya yang baru belajar masak pas udah punya anak ini, rasanya semacam tantangan yang harus ditaklukkan. Alhamdulillah, udah lumayan lah yah kemampuan masak-memasaknya sekarang. Jaman sekarang mah gampang, apa-apa bisa googling. Tinggal ada kemauan atau nggak aja.

Nah, seperti beberapa waktu lalu. Pengen bikin camilan, tapi sesuatu yang beda dari biasanya. Kebetulan di rumah pada doyan dengan yang namanya puding. Tapi, bingung juga, puding coklat vla vanila udah sering banget, puding susu juga. Sampai akhirnya pas googling saya nemu resep puding nasi.

Nasi dibuat jadi puding? Yup, bener banget. Nggak kalah enak kok dengan nasi yang dibuat jadi bubur ayam hahaha... Beneran. Awalnya, saya ngebayanginnya aja aneh. Selama ini familiar dengan olahan nasi dengan cita rasa gurih. Lha, ini malah dibuat dengan cita rasa manis. Mungkin itu karena belum pernah coba dan nggak biasa aja yah. Buktinya, ada negara lain yang menjadikan menu ini sebagai dessert favorit. Puding nasi ini mirip dengan dessert khas Turki yang bernama Sutlac dan dessert khas Egypt yang bernama ruz bil labun. Hmmmm... Nggak cuma mirip sih, sama kaya' nya *labil . Bedanya ada di penambahan tepung maizena.

Oke deh, lanjut ke resepnya aja yah, biar nggak pada penasaran dan bisa eksekusi juga di rumah.

Saya pake resepnya Mbak Endang (just try and taste)

Bahan:

  • 150 gr beras pulen
  • 500 ml air
  • 750 ml susu cair
  • 1,5 sdt vanilla
  • 1/2 sdt garam
  • 200 gr gula pasir
  • Kismis secukupnya
  • Kayu manis bubuk

Cara Membuatnya:

  • Beras yang sudah dicuci bersih lalu dimasak dengan air hingga menjadi bubur
  • Masukkan susu cair, vanilla, garam, dan gula pasir.
  • setelah teraduk rata, matikan kompor. Masukkan puding ke dalam gelas or piring saji.
  • Taburi di atasnya bubuk kayu manis dan kismis (kismis bisa juga dicampur langsung ke puding).
  • Masukkan ke dalam kulkas hingga dingin.
  • Setelah dingin, puding nasi siap untuk dinikmati. .


Rasanya enaaaak, manis dan lembut, dengan aroma kayu manis yang haruuum dan rasa kismis yang bikin meriah. Kalau mau disajikan hangat juga bisa. Tergantung selera aja.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...